Seri Terbaik Hingga Terburuk dalam Franchise Home Alone

Menyambut perilisan Home Sweet Home Alone alias Home Alone 6 di Disney+ Hotstar pada 12 November lalu, saya memutuskan untuk membuat listicle dengan konten bertema film terbaik dan terburuk dalam franchise Home Alone. Dimulai pada tahun 1990, film komedi keluarga persembahan Chris Columbus dan John Hughes ini mendapat sambutan sangat hangat dari penonton maupun kritikus sampai-sampai popularitas Macaulay Culkin selaku bintang utama ikut menjulang. Apa rahasianya? Kesederhanaan menjadi kunci utama dari sajian yang mengombinasikan tawa, keseruan, serta kehangatan ini. Ceritanya sendiri memang tidak neko-neko, seputar bocah yang ditinggal sendirian di rumah dan harus mempertahankan rumahnya dari serangan pencuri. Usai kesuksesan film pertama, sederet sekuel pun dicetuskan. Total jendral, Home Alone menghasilkan 5 sekuel yang kesemuanya tak sanggup menandingi kualitas sang induk.

Siapa yang tidak mengenal Home Alone? Itu lho, film tentang seorang bocah yang membentengi rumahnya dengan segala bentuk jebakan untuk melindunginya dari dua pencuri yang akan membobol rumah. Rasa-rasanya siapapun yang mencintai film atau setidaknya sesekali suka menonton pasti mengetahui film yang sudah menjadi tontonan wajib di televisi nasional saban libur sekolah. Kala ditayangkan di bioskop pada tahun 1990, film garapan Chris Columbus (Mrs. Doubtfire, Harry Potter and the Sorcerer’s Stone) ini meledak luar biasa baik secara finansial – meraih $476 juta dari bujet ‘cuma’ $18 juta – maupun secara kritikal.

Penerimaan yang hangat dari publik seketika melesatkan si bintang utama Macaulay Culkin yang memerankan Kevin McCallister menjadi pemain cilik paling populer kala itu. Menyadari betapa besarnya potensi yang bisa dikembangkan dari judul ini, 20th Century Fox pun merancang sederet film kelanjutan alias sekuel. Tidak tanggung-tanggung, hingga tulisan ini diturunkan, sudah ada 6 judul yang memakai embel-embel Home Alone dengan paling anyar bertajuk Home Sweet Home Alone yang baru saja dirilis di Disney+ Hotstar pada 12 November silam.

Buat menyambut perilisan Home Sweet Home Alone, kali ini saya membuat listicle dengan konten bertema “urutan film Home Alone dari yang terburuk sampai yang terbaik”. Bukan daftar yang susah dibuat, tentu saja, dan sepertinya banyak dari kita yang menyepakati judul mana yang paling ciamik diantara 6 seri Home Alone yang sudah dirilis. Tanpa berlama-lama lagi, berikut adalah versi saya:

6) Home Alone 4: Taking Back the House (2002)

Plot: Kevin yang menghabiskan libur Natal di rumah calon ibu tirinya yang canggih harus berhadapan dengan musuh bebuyutannya, Marv.

Usai film ketiga tak menampilkan karakter Kevin beserta keluarga McCallister, Taking Back the House mencoba kembali ke khitah meski jajaran pemainnya dirombak total. Bahkan Marv si villain pun dimunculkan lagi. Hanya saja, keputusan untuk mengedarkannya semata-mata untuk tayangan televisi berimbas pada kualitas produksinya yang terlihat sangat murah – ya, kualitas FTV lah. Selain production value yang ala kadarnya, jilid ini juga seolah enggan berusaha untuk mengatrolnya dari sisi naskah maupun akting. Semuanya melempem. Humornya kering, jebakan-jebakannya tak kreatif, dan Mike Weinberg terasa kelewat kalem untuk memerankan Kevin si bocah tengil. Sayang beribu sayang, padahal narasi seputar membobol smart home sejatinya memungkinkan permainan cat and mouse antara Kevin dengan para perampok bisa lebih seru.

5) Home Sweet Home Alone (2021)

Plot: Sepasang suami istri memutuskan untuk nekat membobol rumah Max demi mengambil sebuah boneka berharga.

Diposisikan sebagai sekuel sekaligus soft reboot, Home Sweet Home Alone ini sejujurnya terlihat paling menarik diantara judul-judul lain pasca dwilogi asli. Duo McCallister nongol lagi dalam versi dewasa mereka dan tampilan visualnya pun tampak dibekali bujet memadai ketimbang seri keempat dan kelima yang diproduksi sebagai FTV. Trailernya juga memunculkan kesan, “wah kayaknya bakalan seru nih!” Tapi yang kemudian terjadi adalah… instalmen ini malah nyaris tak punya semangat Home Alone. Kita harus menunggu selama 1 jam untuk akhirnya melihat Max Mercer (Archie Yates, Yorki dari Jojo Rabbit) memasang booby trap dan bertempur dengan para pencuri. Sebelumnya adalah backstory membosankan dalam upaya memanusiakan si villain yang justru menjadi bumerang untuk filmnya itu sendiri; penonton malah lebih bersimpati kepada duo pencuri daripada Max yang tak ubahnya bocah manja menyebalkan. Ironis, bukan? Seolah belum cukup, jebakan-jebakannya pun ditampilkan realistis alih-alih komikal yang membuatnya terlihat sangat berbahaya.

4) Home Alone: The Holiday Heist (2012)

Plot: Finn dan keluarganya pindah ke sebuah rumah yang konon katanya berhantu. Tanpa diketahuinya, ada benda seni bernilai tinggi di sana yang menjadi incaran sekelompok pencuri.

Walaupun sama-sama FTV seperti halnya film keempat, seri kelima ini terasa lebih mendingan karena beberapa hal. Christian Martyn punya charm sebagai karakter utama bernama Finn Baxter yang digambarkan penakut dan kecanduan game. Setidaknya, dia bukan sosok yang menjemukan atau menyebalkan. Narasinya yang menghadirkan mitos rumah berhantu dan misi pencurian benda antik bernilai tinggi pun memberikan daya tarik sendiri sehingga The Holiday Heist tidak terkesan malas. Apalagi jilid ini sudah berkurang kesegaran serta kreativitasnya karena memilih untuk mendaur ulang beberapa jebakannya dengan dalih homage, meski dari segi kelucuan masih terasa lebih efektif daripada seri empat dan enam yang betul-betul zonk.

3) Home Alone 3

Plot: Alex yang menderita cacar air harus mempertahankan rumahnya dari serangan sejumlah teroris yang mengincar sebuah chip yang berada di rumahnya.

Apakah kamu tahu kalau Home Alone 3 tadinya diniatkan untuk disyuting tepat setelah proses pengambilan gambar Home Alone 2 selesai? Tapi karena satu dan lain hal, rencana ini diurungkan. Saat proyek film ketiga yang sempat terkatung-katung ini kembali dihidupkan, Macaulay Culkin sedang rehat dari dunia akting sehingga barisan pemain dan karakternya pun dirombak habis-habisan. Seri ini adalah pertama kalinya sosok Kevin tak muncul dan terakhir kalinya franchise Home Alone tayang di bioskop. Sebagai pengganti Kevin, Alex Pruitt (Alex D. Linz) tidak mengecewakan. Pertarungannya dengan sejumlah teroris yang berusaha mendobrak rumahnya juga masih memantik gelak tawa dan asyik buat disimak. Walau absennya Macaulay tetap saja membuat Home Alone 3 terasa kurang komplit, tapi setidaknya kita bisa melihat aksi Scarlett Johansson remaja di sini.

2) Home Alone 2: Lost in New York City

Plot: Keluarga McCallister berencana liburan ke Miami, tapi Kevin malah salah naik pesawat ke New York. Selagi menikmati kesendiriannya di The Big Apple, dia bertemu lagi dengan duo musuh bebuyutannya.

Seri kedua dari Home Alone ini tidak mengambil latar di dalam rumah seperti jilid-jilid lainnya, melainkan di New York City. Ya, seperti halnya kebanyakan sekuel, Home Alone 2: Lost in New York City berusaha memperbesar cakupan skala penceritaan dan produksinya dengan menghadirkan kisah dimana Kevin berkeliaran di The Big Apple (sampai berpapasan langsung dengan Donald Trump) demi menghindari kejaran dua villain dari film pertama. Pesona filmnya memang tidak sekuat sang predesesor karena guyonannya sendiri pada dasarnya hanyalah pengulangan, tapi penonton akan tetap terhibur menyaksikan sepak terjang Kevin yang tengil dengan segala jebakan-jebakan mautnya di sini. Pun konklusinya hadirkan kehangatan, meski nada pengisahannya terasa agak kelam untuk ukuran film komedi keluarga berlatar Natal.

1) Home Alone

Plot: Kevin berusaha menjaga rumahnya dari dua pencuri yang mencoba untuk menyatroni rumahnya selagi keluarga McCallister berlibur ke Paris dan tak sengaja meninggalkan Kevin seorang diri di rumah.

Bagaimanapun, Home Alone pertama tetaplah yang terbaik. Kombinasi pengarahan penuh sensitivitas dari Chris Columbus, naskah menggelitik rekaan John Hughes (The Breakfast Club, Baby’s Day Out), dan Macaulay Culkin yang charming menghasilkan salah satu sajian komedi terbaik yang pernah ada. Siapa menyangka jika cerita soal bocah yang ditinggal sendirian di rumah bisa sedemikian asyik, lucu, dan hangatnya? Film ini tak berusaha neko-neko dengan menghadirkan jalinan kisah yang sophisticated, justru kesederhanaannya yang membuat Home Alone bersinar. Semua elemennya bekerja dengan baik sehingga saat kita menontonnya lagi dan lagi, pesonanya tak pernah luntur. Tetap terasa menyegarkan dan mengundang gelak tawa meriah kala menyaksikan Kevin McCallister untuk pertama kalinya berhadapan dengan tuan-tuan pembobol rumah yang didesain komikal.

Ditulis oleh Taufiqur Rizal, pemilik akun Twitter @TarizSolis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s