Review Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas, Kritik Tajam untuk Pemerintah dan Masyarakat yang Dikemas Mengasyikkan

Film ini terasa unggul berkat gaya penceritaannya yang mengadopsi tontonan dari era 80-an, narasinya yang terasa berisi dalam melontarkan komentar sosial politik tanpa pernah lupa untuk bersenang-senang dan elemen teknisnya yang mumpuni. Continue reading Review Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas, Kritik Tajam untuk Pemerintah dan Masyarakat yang Dikemas Mengasyikkan

Review Ghostbusters: Afterlife, Penghormatan dan Nostalgia untuk Para Pemburu Hantu Terbaik Amerika

Di satu sisi, Ghostbusters: Afterlife adalah varian baru yang lebih punya semangat bersama segudang referensi dari Ghostbusters asli ketimbang versi reboot 2016-nya yang salah arah. Di sisi lain, Ghostbusters: Afterlife tidak lagi selucu dan semenarik pendahulunya karena pergeseran sub-genre yang lebih family oriented. Continue reading Review Ghostbusters: Afterlife, Penghormatan dan Nostalgia untuk Para Pemburu Hantu Terbaik Amerika

Review Losmen Bu Broto, Kehangatan Keluarga Legendaris dari Masa lalu untuk Masa Kini

Masih membawa serta semua karakter ikonisnya; Bu Broto, Pak Broto, dan ketiga anaknya; Pur, Sri, dan Tarjo, tentu dengan casting lebih segar. Kecuali Mathias Muchus sebagai satu-satunya aktor yang muncul kembali di semua versinya, Losmen Bu Broto punya daftar ensemble cast luar biasa. Continue reading Review Losmen Bu Broto, Kehangatan Keluarga Legendaris dari Masa lalu untuk Masa Kini

Review Venom: Let There Be Carnage, Kisah Hubungan yang ‘KeCarnage-Kanakan’

Cerita kali ini mengisahkan seputar kemunculan musuh utama Venom, Carnage alias monster yang membantai orang tanpa pandang bulu. Sekuel ini sendiri nyatanya memang membantai film pertamanya, dalam artian film ini dengan gemilang mengungguli kekonyolan yang ada pada naskah film pertama. Continue reading Review Venom: Let There Be Carnage, Kisah Hubungan yang ‘KeCarnage-Kanakan’

Review Titane (2021), Antara MOBIL-isasi Gairah Seksual dan Total CAR-nage

TITANE (2021) penuh dengan lapisan metafora yang crude namun kuat dalam melindungi kisah lembut yang berlindung di dalamnya. Lapisan luar pemenang Palme d’Or di Cannes 2021 ini hadir bagaikan percampuran psychologicalthriller tentang pembunuh bayaran, literotica penuh MOBIL-isasi gairah seksual, serta elemen body horror yang susah untuk tidak dikaitkan dengan karya-karya terbaik David Cronenberg. Continue reading Review Titane (2021), Antara MOBIL-isasi Gairah Seksual dan Total CAR-nage

Review Paranoia, Hidangan Thriller yang Mengecewakan dan Menggelikan

Alih-alih tontonan thriller menengangkan yang membuat jantung penonton berdegup kencang, film ini justru menjelma sebagai drama keluarga yang hambar. Intensitas yang sempat muncul di awal durasi secara perlahan terus merosot sampai akhirnya betul-betul terjun bebas di klimaksnya yang menggelikan. Salah satu film paling mengecewakan tahun ini. Continue reading Review Paranoia, Hidangan Thriller yang Mengecewakan dan Menggelikan